Profil Fitri Andriana (FA) Penusuk Wiranto

Berdasarkan keterangan polisi, pelaku perempuan bernama Fitri Andriana (FA). Perempuan berusia 21 tahun ini lahir di Brebes, 5 Mei 1998. Dalam kartu tanda penduduk (KTP) miliknya, Fitri beralamat di Desa Sitanggai, Brebes. Di Pandeglang. Fitri tinggal di Kampung Sawah.

Fitri Andriana (FA) Penusuk Wiranto

Sang suami yang juga eksekutor penusuk Wiranto yakni Syahril Amansyah alias Abu Rara. Pipit, sapaan Fitria, jarang berbaur dengan warga sekitar rumah orangtuanya di Gang Arjuna Barat, Dukuh Sitanggal I, Desa Sitanggal, RT 7 RW 2, Kecamatan Larangan. Tantenya, Rahayu, mengatakan Pipit merupakan lulusan sekolah dasar (SD).

Seusai lulus, dia langsung merantau ke Jakarta untuk bekerja. Kondisi ekonomi keluarga mengharuskannya ikut untuk membantu mencari uang. “Dia ikut kerja kakaknya di Jakarta. Jadi sejak lulus SD, langsung kerja, ndak sekolah lagi. Kalau dengan tetangga di sini, tidak pernah berbaur,” kata Rahayu yang berumah tepat di seberang rumah orangtua Pipit kepada Tribunjateng.com, Kamis (10/10/2019).

Terakhir kali Pipit pulang ke rumah orangtuanya, pasangan Sunarto dan Charty, pada Lebaran tahun ini bulan Juni lalu. Pipit sempat tinggal di rumah itu selama satu bulan. Saat itu, dia melihat ada yang berbeda pada sosok keponakannya yaitu berbusana tertutup hingga wajah. Padahal sebelumnya berpakaian biasa.

Perubahan itu pun mengundang tanya tetangga sekitar. Namun, mereka tidak terpikir atau mencurigai Pipit terpapar paham radikal. Polisi menggeldah rumah orangtua Fitria Diana atau Fitri Andriana pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto. Petugas Polres Brebes, juga berjaga mulai dari pintu hingga sekeliling rumah yang terletak di Gang Arjuna Barat, Dukuh Sitanggal I, Desa Sitanggal, RT 7 RW 2, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah itu, Kamis (10/10/2019) siang.

petugas kepolisian menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan Fitria Diana terpapar paham radikal. Perangkat Desa Sitanggal, Wartono, mengatakan polisi menyita barang bukti berupa enam anak panah, satu busur, dan satu dus buku-buku.

Leave a Reply